RODA TRIGONOMETRI
UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA KELAS XII
PADA METERI TRIGONOMETRI
Penulis: Aneke Reliza Silvia
PENDAHULUAN
Ketika Ujian Nasional tipe soal trigonometri yang sering keluar adalah tipe
soal HOTS. Siswa sering kesulitan untuk mengerjakannya karena siswa kurang
berlatih untuk mengerjakan soal yang tipe soal HOTS. Dan ketika berlatih siswa
sering bosan karena belajar dengan monoton dan ketika menjawab soal tidak
menemukan jawabannya. Terkadang siswa hanya mengerjakan soal-soal yang tipe
soal sederhana dan siswa juga tidak
menghafal sudut-sudut trigonometri. Untuk menghilangkan rasa bosan pada siswa
kita harus membuat sebuah media
pembelajaran yang menarik dan mengasyikkan supaya siswa dalam mengerjakan soal
trigonometri tidak cepat bosan dan tidak kesulitan lagi ketika mengerjakan soal
trigonometri tipe soal HOTS.
Pada karya ilmiah kali ini, saya
akan memfokuskan bagaimana siswa tidak cepat bosan ketika mengerjakan soal
trigonometri tipe HOTS dengan menggunakan media bantu. Kali ini saya akan
menggunakan bantu yang saya beri nama Roda Trigonometri. Dengan roda
trigonometri ini siswa bisa bermain tetapi juga belajar untuk meningkatkan
kemampuan siswa dalam mengerjakan soal
trigonometri. Roda trigonometri ini dimainkan secara bersama-sama atau
berkelompok sehingga siswa tidak cepat bosan dan tidak jenuh ketika belajar
trigonometri.
Trigonometri merupakan salah satu cabang dalam ilmu
matematika yang memperlajari hubungan mengenai panjang dan sudut segitiga.
Trigonometri dalam Bahasa Yunani sendiri memiliki arti ukuran daalam segitiga.
Konsep ini pertama kali dikemukakan oleh seorang astronom dan matematikawan
asal Khorasan, Persian bernama Al Marwazi, atau lengkapnya bernama Ahmad ibn’
Abdallah Habash Hasib Marwazi.
Berdasarkan definisi diatas dapat
disimpulkan bahwa, kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah proses berpikir
pada tingkat yang lebih tinggi daripada sekedar menghafal yang mencakup
kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikir kreatif, dan kemampuan pemecahan
masalah, serta penggunaan pikiran secara lebih luas untuk menghubungkan suatu
tantangan baru dengan informasi yang sudah tersimpan di dalam ingatannya lalu
memberikan kesimpulansehingga menemukan suatu penyelesaian dari suatu masalah
yang sulit dipecahkan.
Kemampuan berpikir tingkat tinggi
diukur menggunakan ranah dalam Taxonomi Bloom, seperti yang diungkap oleh
Krathwohl (2002) bahwa indikator untuk mengukur kemampuan berpikir tinggi
meliputi menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasi.
Dalam penelitian ini indikator yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu:
1. Menganalisis
Deskriptor: mampu menjabarkan informasi, merumuskan masalah, dan menentukan
langkah penyelesaian dengan tepat.
2. Mengevaluasi
Deskriptor: mampu memberi penilaian yaitu dukungan atau menyangkal suatu
gagasan, member argumentasi yang memperkuat jawaban.
3. Mengkreasi
Deskriptor: mampu memberikan hipotesis/ide awal, merancang strategi untuk
menyelesaikan masalah, dan menciptakan suatu penyelesaian.
Trigonometri
merupakan salah satu materi yang sangat penting dalam matematika di tingkat
SMA, karena selain digunakan dalam pelajaran matematika itu sendiri,
Trigonometri sering digunakan sebagai penunjang pada mata pelajaran lain,
seperti Fisika, Geografi dan Astronomi. Materi trigonometri juga harus dikuasai
oleh siswa karena sering muncul dalam soal-soal UN dan SBMPTN, terutama soal
cerita tipe HOTS. Adapun materi Trigonometri yang harus dikuasai di kelas X SMA
dalam buku paket Matematika kurtilas karya Sukino (2014) diantaranya adalah (1)
Rumus Trigonometri pada Segitiga Siku-siku, (2) Sudut elevasi dan Depresi, (3)
Sudut-sudut Istimewa dalam Trigonometri, (4) Aturan Sinus dan Cosinus, dan (5)
Fungsi Trigonometri.
ISI
n
Metode
Roda Trigonometri
Desain roda trigonometri ini berbentuk lingkaran,
kemudian di bagian tepi roda terdapat sudut-sudut istimewa, yaitu 0 ̊, 45
̊, 90 ̊, 135 ̊, 180 ̊, 225 ̊, 270 ̊, 315
̊, 360 ̊. Saya beri sudut istimewa itu untuk menentukan sudut yang terpilih
ketika diputar. Kemudian di dalam roda trigonometri saya beri sin, cos dan tan
untuk menentukan salah satu dari itu ketika diputar. Pada bagian di bawah sudut
360 ̊ saya beri kata “MATH” sebagai hiasan saja dan juga kata “Trigonometri”
untuk menunjukkan bahwa permainan ini akan menggunakan materi trigonometri. Kemudian,
ada titik hitam tepat ditengah-tengah roda trigonometri, itu saya gunakan untuk
titik bantu untuk tempat jarum. Kemudian di samping roda terdapat 3 belah
ketupat yang terbuat dari kertas origami. Belah ketupat itu digunakan untuk
tempat soal-soal trigonometri tipe HOTS
n
Cara Bermain
Peraturan
-
Roda
trigonometri ini digunakan bersama-sama, siswa terlebih dahulu suit untuk
ditentukan giran bermiain
-
Setelah
itu, siswa yang dapat giliran pertama memutar roda tigonometri
-
Roda
trigonometri diputar 2 kali oleh siswa itu
-
Sin,
cos dan tan ditentukan pada putaran pertama
-
Sudut-sudut
ditentukan pada putaran kedua
-
Setelah
didapapatkan trigonometri dan sudutnya, dijawab oleh siswa
-
Jika
jawaban siswa salah maka siswa harus mengambil 1 soal dari wadah trigonometri
yang didapatkan tadi
-
Jika
siswa bener maka siswa dapat mengambil 1 soal dari salah satu wadah trigonometri
-
Langkah
tersebut diulangi sampai semua siswa mendapat bagian
Cara Bermain
-
Misal
ada 2 siswa bermain
-
Siswa
pertama memutar roda trigonometri dan berhenti di sin
-
Kemudian
memutar lagi dan mendapatkan sudut 90̊
-
Siswa
menjawab sin 90̊ = 1 (benar)
-
Siswa
menjawab sin 90̊ = - 1 (salah)
-
Jika
jawabannya benar, selanjutnya sisiwa mengambil soal di wadah bebas untuk
memilih kemudian dijawab
-
Jika
jawabannya salah siswa harus mengambil sooal di wadah sin
-
Contoh
Soal
Diketahui sin(40 ̊ +
a) = b, dengan 0 < a< 45 ̊. Nilai dari cos (10 ̊ + a) = ...
Penelesaian:
Misal m = 40 ̊ + a
sehingga m - 40 ̊ = a
sin(40 ̊ + a) = b
sin m = b
dengan menggunakan
identitas dasar trigonometri,
sin2 m +
cos2 m = 1
b2 + cos2 m = 1
cos2 m = 1 – b2
cos
m = ![]()
karena m pada kuadran 1 maka cos m = ![]()
cos (10 ̊ + a) = cos (10 ̊ + m - 40 ̊ )
= cos
( m - 30 ̊ )
= cos m . cos 30 ̊ + sin m . sin 30 ̊
=
.
+ b . ![]()
=
+ b )
=
(
+ b )
Jadi, cos (10 ̊ + a) =
(
+ b )
n
Roda Trigonometri meningkatkan kemampuan berpikir
tingkat tinggi
Dari permasalahan di atas untuk mengatasinya saya membuat
sebuah permainan yang bernama Roda Trigonometri. Sesuai dengan namanya di sini
saya akan memilih salah satu materi matematika yaitu materi trigonometri.
Permainan dapat dimainkan bersama-sama sehingga dapat menghilangkan rasa bosan
ketika harus belajar sendiri di rumah tetapi juga akan meningkatkan kemampuan
berpikir tingkat tinggi pada siswa. Permainan ini menggunakan soal-soal bertipe
HOTS yang saya cari dari sumber internet menyebabkan siswa dapat meningkatkan
kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Pada permainan ini sudah saya berikan tempat/wadah yang berisi
soal-soal trigonometri yang memiliki tipe HOTS. Siswa harus mengambil salah
satu soal dari wadah yang sudah saya sediakan. Kemudian siswa harus mengerjakan
soal tersebut dengan batas waktu yang sudah ditentukan. Dalam mengerjakan soal
tersebut siswa harus menggunakan sifat-sifat trigonometri dan rumusnya. Siswa
yang sudah hafal dan paham penggunaan sifat dan rumus trigonometri siswa akan
dapat dengan mudah untuk mengerjakan soal dengan tipe HOTS tersebut. Siswa yang
hanya hafal rumusnya saja akan kebingungan untuk mengerjakan soalnya karena
soal terebut sudah didesain dengan menggunakan banyak sifat trigonometri. Tidak
hanya itu saja, terlebih dahulu siswa harus menganalisis soal tersebut, harus mengunakan cara bagimana supaya mudah
untuk mengerjakannya. Dengan mengerjakan soal-soal terbebut siswa dapat
meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi dan dengan adanya batasan waktu
maka siswa dapat belajar memajemen waktu.
n
Kelebian dan
Kekurangan Permainan Roda Trigonometri
Kelebihan
belajar dengan roda trigonometri
-
Siswa
menjadi lebih semangat ketika mengerjakan soal-soal trigonometri dengan tipe
HOTS;
-
Belajar
menjadi lebih asik dan tidak cepat bosan;
-
Siswa
menjadi hafal trigonometri pada sudut istimewa;
-
Siswa
dapat belajar memajemen waktu dengan baik;
-
Siswa
dapat menganalisis soal-soal HOTS;
-
Siswa
dapat menentukan cara mengerjakan dengan cepat;
-
Dengan
desain yang lucu siswa lebih tertarik untuk meminkannya;
-
Jiak
semua soal sudah terjawab semua, bisa diganti dengan soal-soal yang baru.
Kekurangan
belajar dengan roda trigonometri
-
Sudut
yang diberikan sedikit sehingga siswa cepat bisa menebak;
-
Siswa
yang suka belajar dengan suasana tenang tidak bisa belajar dengan fokus.
PENUTUP
Kesimpula
Dengan terciptanya permainan ini siswa lebih bersemangat
ketika belajar dan siswa tidak cepat bosan karena dimainkan bersama-sama.
Terdapat karakter hewan dan memiliki warna-warni siswa lebih tertarik untuk
memainkan permainan ini. Dengan adanya soal-soal trigonometri dengan tipe HOTS
siswa dapat meningkatkan kempuan berpikir tingkat tinggi sehingga ketika siswa
mengikuti tes/ujian dapat mengerjakan dengan mudah dan dengan waktu yang
cepat. Kemudian dengan adanya karakter
hewan dan memiliki warna-warni siswa lebih tertarik untuk memainkan permainan
ini.
Saran
Siswa diharapkan
bisa mengerjakan soal-soal tipe HOTS lebih banyak lagi sehingga siswa tidak
kesulitan lagi ketika mengerjakan soal yang susah. Siswa juga diharapkan
memanajemen waktu dengan baik. Dengan begitu, siswa dapat memabah kemampuannya
dan menambah prestasi.
DAFTAR PUSTAKA
Krathwohl
D.R , & Anderson. (2002). A revision of bloom‟s taxonomy: an overview.
Theory Into Practice 41(4):212-218
Mulyani, Maya., & Muhtadi, Dedi. (2019). ANALISIS
KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL TRIGONOMETRI TIPE HIGHER ORDER
THINKING SKILL DITINJAU DARI GENDER.
12(1):4